Senin, 08 Maret 2010

KAMERA MATA PRODUKSI

Piranti utama dalam memproduksi filem adalah seperangkat kamera sebagai alat untuk merekam gambar dari setiap adegan. Tidak hanya itu, kamera juga berfungsi untuk mewakili dari mata sutradara bercerita sekaligus memudahkan penonton dalam memahami cerita. Selanjutnya untuk mengetahui lebih dalam tentang pengambilan gambar dengan kamera, simak pembahasan berikut ini.
1. Pemahaman alat yang akan di gunakan.
Sebelum kita memulai cara menshooting yang baik, lebih bagusnya kita pahami fitur-fitur yang ada pada alat yang akan kita gunakan. Karena itu semua bisa berpengaruh kepada hasil dari pengambilan gambar. Semisal kita salah mengoprasikan alat yang kita gunakan dalam pengaturan jarak, sebenarnya kita menginginkan gambar yang close up karena belum memahami fitur yang ada pada alat yang kita gunakan, bisa mengakibatkan hasil terlalu besar atau terlalu kecil.
2. Komposisi Framing.
Apa yang di maksud dengan komposisi framing? Komposisi framing adalah mendapatkan hasil perekaman objek yang tidak asal rekam saja, dan mengupayakan wujud visual film agar tidak terkesan monoton. Evek yang di timbulkan adalah enak dilihat.
Ada bebera komposisi framing yang bisa di pelajari:
Mengemas gambar objek dengan ukuran gambar full shot tidak sekedar memperlihatkan bahwa objek berada di tempat yang jauh. Bisa memberi kesan penegasan terhadap latar belakang ruang dan waktu-nya.
Menggambarkan 2 orang yang sedang berdialog tidak sekedar menggunakan eye level dan 2 shoot saja, bisa juga mengeksplorasi over shoulder dengan change facus. Kalau perlu bisa di selingi dengan traveling shot.
Ukuran framing lebih cenderung pada seberapa besar ukuran objek yang mengisi komposisi ruang framing kamera. Ukuran framing di bagi beberapa ukuran standar berdasarkan jauh dekatnya objek, dan komposisi framing tidak boleh memotong sendi subjek karena akan terlihat kurang estetis.
3. Camera Angle
Camera angle diterjemahkan dengan teknik pengambilan gambar dari sudut pandang tertentu untuk mengekspose adegan. Di dalamnya termasuk juga penentuan arah blocking dan seberapa tinggi derajat pergerakan camera. Berikut pembahasan camera angle yang di kelompokkan dalam level ketinggian yang sama.
High angle (merekam gambar dari sudut atas objek sehingga objek terlihat terekspose dari bagian atas).
Top angle (teknik pengambilan gambar secara tepat dari sudut atas subjek, seperti peta).
Bird eye view (hampir sama dengan high angle, bedanya bersifat lebih dramatis dan berkesan dinamis seperti penglihatan burung dari atas).
Low angle (pengambilan gambar dari sudut bawah).
Eye level (pengambilan gambar dengan jarak relative sedang).
4. Pergerakan Kamera
Pergerakan kamera adalah istilah untuk memudahkan komunikasi dengan operator kamera. Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam pergerakan kamera yang bisa memudahkan kita dalam pengambilan gambar.
Panning (kamera bergerak kekanan tau kekiri)
Tilting (gerak kamera keatas tau kebawah)
Tracking (gerak kamera menarik ke belakang atau gerak kamera menarik ke depan)
Crane (gerak kamera meninggi atau merendah dari dasar pijakan ojek)
Following (kemera selalu bergerak mengikuti objek)
Zooming-zoom (fasilitas pada kamera yang memungkinkan untuk mendapat objek gambar yang terkesan dekat meskipun kamera berada relative jauh dari objek)
Blur (efek hasil perekaman gambar sehingga tampak tidak focus dan tampak buram)
Fading (memberikan batasan ruang adegan dalam filem)
Framing (batasan wilayah perekaman gambar pada kamera)
5. Tip menjaga kontinuitas gambar.
Filem merupakan ranngkaian peristiwa yang mengalir jadi gambar yang dihasilkan juga harus memiliki sifat mengalir, focus pada jalinan cerita, memiliki kualitas gambar yang prima, dan bersifat dramatic.
Penyampaiaan informasi tidak selalu berbentuk dialog bisa menggunakan gambar.
Tidak melanggar garis imajiner yang akan membuat gambar terlihat aneh itu dapat menimbulkan ganjalan penonton saat mengikuti jalannya cerita.