ibu pertiwi sedang menangis............
melihat Indonesia yang dalam keterpurukan.
kapan Indonesia keluar dari cobaan ini.........?????
HiDuP yAnG iNdAh
kehidupan penuh dengan kenikmatan jika kita merasakan dengan keikhlasan.
Senin, 01 November 2010
Senin, 18 Oktober 2010
AKU MENGENAL KM DENGAN HATI ,,,,,, BUKAN DENGAN MATA ,,,,,, MENCINTAIMU DENGAN JIWA ,,, BUKAN DENGAN DENGAN KATA2 KU ,,,,,,,,,,,,,,,,, MENYAYANGIMU DENGAN PERASAAN BUKAN DENGAN PIKIRAN “””” { INGAT CINTA TDAK …DI NILAI DARI PELUKAN DAN CIUMAN TAPI CINTA DI NILAI DARI KE JUJURAN
Saat malam datang ……
bulan tersenyum ……
seperti dirimu …….
yang menyejukkan hati ……….
saat pagi datang …….
mentari bersinar …….
seperti cintamu ………
yang menerangi hati ku ………..
i LOve U 4 eVer my girl friends
“CINTA”
“Satu kata Berjuta Makna..
“Yank bisa membuat manusia menjadi GILA…
“Kadank Menangis,Kadank juga Tertawa..
“Suntuk tanpa Musuh..
“Senyum Tanpa Teman…
“Marah Tanpa CeLa..
“Benci tanpa Arti..
“Gelisah Tanpa Masalah…
“Berfikir Tanpa akhir…
“Sedih Tanpa Bahagia..
“Benci tapi Rindu..
“Marah tapi Cayank..
“Tertawa dalam Tangis..
“Menagis karana SUka..
“Inilah Penyakit “HATI…
“Tapi disukai oleh umat Manusia…
yg SLalu dicari hingga k ujung Dunia…
“Tiada prna jera ……
“Walau DERA,…LUKA…& SIKSA SLALU DATANG
MENJELMA.””””””””
S-elama itu menanti………
E-ntah apa yang ku terima.
T-iada hari yang indah tanpamu………….
I-nilah diriku setia untukmu……..
A-lunan cinta yang akan terus hidup untukmu….
Saat malam datang ……
bulan tersenyum ……
seperti dirimu …….
yang menyejukkan hati ……….
saat pagi datang …….
mentari bersinar …….
seperti cintamu ………
yang menerangi hati ku ………..
i LOve U 4 eVer my girl friends
“CINTA”
“Satu kata Berjuta Makna..
“Yank bisa membuat manusia menjadi GILA…
“Kadank Menangis,Kadank juga Tertawa..
“Suntuk tanpa Musuh..
“Senyum Tanpa Teman…
“Marah Tanpa CeLa..
“Benci tanpa Arti..
“Gelisah Tanpa Masalah…
“Berfikir Tanpa akhir…
“Sedih Tanpa Bahagia..
“Benci tapi Rindu..
“Marah tapi Cayank..
“Tertawa dalam Tangis..
“Menagis karana SUka..
“Inilah Penyakit “HATI…
“Tapi disukai oleh umat Manusia…
yg SLalu dicari hingga k ujung Dunia…
“Tiada prna jera ……
“Walau DERA,…LUKA…& SIKSA SLALU DATANG
MENJELMA.””””””””
S-elama itu menanti………
E-ntah apa yang ku terima.
T-iada hari yang indah tanpamu………….
I-nilah diriku setia untukmu……..
A-lunan cinta yang akan terus hidup untukmu….
Senin, 08 Maret 2010
KAMERA MATA PRODUKSI
Piranti utama dalam memproduksi filem adalah seperangkat kamera sebagai alat untuk merekam gambar dari setiap adegan. Tidak hanya itu, kamera juga berfungsi untuk mewakili dari mata sutradara bercerita sekaligus memudahkan penonton dalam memahami cerita. Selanjutnya untuk mengetahui lebih dalam tentang pengambilan gambar dengan kamera, simak pembahasan berikut ini.
1. Pemahaman alat yang akan di gunakan.
Sebelum kita memulai cara menshooting yang baik, lebih bagusnya kita pahami fitur-fitur yang ada pada alat yang akan kita gunakan. Karena itu semua bisa berpengaruh kepada hasil dari pengambilan gambar. Semisal kita salah mengoprasikan alat yang kita gunakan dalam pengaturan jarak, sebenarnya kita menginginkan gambar yang close up karena belum memahami fitur yang ada pada alat yang kita gunakan, bisa mengakibatkan hasil terlalu besar atau terlalu kecil.
2. Komposisi Framing.
Apa yang di maksud dengan komposisi framing? Komposisi framing adalah mendapatkan hasil perekaman objek yang tidak asal rekam saja, dan mengupayakan wujud visual film agar tidak terkesan monoton. Evek yang di timbulkan adalah enak dilihat.
Ada bebera komposisi framing yang bisa di pelajari:
Mengemas gambar objek dengan ukuran gambar full shot tidak sekedar memperlihatkan bahwa objek berada di tempat yang jauh. Bisa memberi kesan penegasan terhadap latar belakang ruang dan waktu-nya.
Menggambarkan 2 orang yang sedang berdialog tidak sekedar menggunakan eye level dan 2 shoot saja, bisa juga mengeksplorasi over shoulder dengan change facus. Kalau perlu bisa di selingi dengan traveling shot.
Ukuran framing lebih cenderung pada seberapa besar ukuran objek yang mengisi komposisi ruang framing kamera. Ukuran framing di bagi beberapa ukuran standar berdasarkan jauh dekatnya objek, dan komposisi framing tidak boleh memotong sendi subjek karena akan terlihat kurang estetis.
3. Camera Angle
Camera angle diterjemahkan dengan teknik pengambilan gambar dari sudut pandang tertentu untuk mengekspose adegan. Di dalamnya termasuk juga penentuan arah blocking dan seberapa tinggi derajat pergerakan camera. Berikut pembahasan camera angle yang di kelompokkan dalam level ketinggian yang sama.
High angle (merekam gambar dari sudut atas objek sehingga objek terlihat terekspose dari bagian atas).
Top angle (teknik pengambilan gambar secara tepat dari sudut atas subjek, seperti peta).
Bird eye view (hampir sama dengan high angle, bedanya bersifat lebih dramatis dan berkesan dinamis seperti penglihatan burung dari atas).
Low angle (pengambilan gambar dari sudut bawah).
Eye level (pengambilan gambar dengan jarak relative sedang).
4. Pergerakan Kamera
Pergerakan kamera adalah istilah untuk memudahkan komunikasi dengan operator kamera. Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam pergerakan kamera yang bisa memudahkan kita dalam pengambilan gambar.
Panning (kamera bergerak kekanan tau kekiri)
Tilting (gerak kamera keatas tau kebawah)
Tracking (gerak kamera menarik ke belakang atau gerak kamera menarik ke depan)
Crane (gerak kamera meninggi atau merendah dari dasar pijakan ojek)
Following (kemera selalu bergerak mengikuti objek)
Zooming-zoom (fasilitas pada kamera yang memungkinkan untuk mendapat objek gambar yang terkesan dekat meskipun kamera berada relative jauh dari objek)
Blur (efek hasil perekaman gambar sehingga tampak tidak focus dan tampak buram)
Fading (memberikan batasan ruang adegan dalam filem)
Framing (batasan wilayah perekaman gambar pada kamera)
5. Tip menjaga kontinuitas gambar.
Filem merupakan ranngkaian peristiwa yang mengalir jadi gambar yang dihasilkan juga harus memiliki sifat mengalir, focus pada jalinan cerita, memiliki kualitas gambar yang prima, dan bersifat dramatic.
Penyampaiaan informasi tidak selalu berbentuk dialog bisa menggunakan gambar.
Tidak melanggar garis imajiner yang akan membuat gambar terlihat aneh itu dapat menimbulkan ganjalan penonton saat mengikuti jalannya cerita.
1. Pemahaman alat yang akan di gunakan.
Sebelum kita memulai cara menshooting yang baik, lebih bagusnya kita pahami fitur-fitur yang ada pada alat yang akan kita gunakan. Karena itu semua bisa berpengaruh kepada hasil dari pengambilan gambar. Semisal kita salah mengoprasikan alat yang kita gunakan dalam pengaturan jarak, sebenarnya kita menginginkan gambar yang close up karena belum memahami fitur yang ada pada alat yang kita gunakan, bisa mengakibatkan hasil terlalu besar atau terlalu kecil.
2. Komposisi Framing.
Apa yang di maksud dengan komposisi framing? Komposisi framing adalah mendapatkan hasil perekaman objek yang tidak asal rekam saja, dan mengupayakan wujud visual film agar tidak terkesan monoton. Evek yang di timbulkan adalah enak dilihat.
Ada bebera komposisi framing yang bisa di pelajari:
Mengemas gambar objek dengan ukuran gambar full shot tidak sekedar memperlihatkan bahwa objek berada di tempat yang jauh. Bisa memberi kesan penegasan terhadap latar belakang ruang dan waktu-nya.
Menggambarkan 2 orang yang sedang berdialog tidak sekedar menggunakan eye level dan 2 shoot saja, bisa juga mengeksplorasi over shoulder dengan change facus. Kalau perlu bisa di selingi dengan traveling shot.
Ukuran framing lebih cenderung pada seberapa besar ukuran objek yang mengisi komposisi ruang framing kamera. Ukuran framing di bagi beberapa ukuran standar berdasarkan jauh dekatnya objek, dan komposisi framing tidak boleh memotong sendi subjek karena akan terlihat kurang estetis.
3. Camera Angle
Camera angle diterjemahkan dengan teknik pengambilan gambar dari sudut pandang tertentu untuk mengekspose adegan. Di dalamnya termasuk juga penentuan arah blocking dan seberapa tinggi derajat pergerakan camera. Berikut pembahasan camera angle yang di kelompokkan dalam level ketinggian yang sama.
High angle (merekam gambar dari sudut atas objek sehingga objek terlihat terekspose dari bagian atas).
Top angle (teknik pengambilan gambar secara tepat dari sudut atas subjek, seperti peta).
Bird eye view (hampir sama dengan high angle, bedanya bersifat lebih dramatis dan berkesan dinamis seperti penglihatan burung dari atas).
Low angle (pengambilan gambar dari sudut bawah).
Eye level (pengambilan gambar dengan jarak relative sedang).
4. Pergerakan Kamera
Pergerakan kamera adalah istilah untuk memudahkan komunikasi dengan operator kamera. Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam pergerakan kamera yang bisa memudahkan kita dalam pengambilan gambar.
Panning (kamera bergerak kekanan tau kekiri)
Tilting (gerak kamera keatas tau kebawah)
Tracking (gerak kamera menarik ke belakang atau gerak kamera menarik ke depan)
Crane (gerak kamera meninggi atau merendah dari dasar pijakan ojek)
Following (kemera selalu bergerak mengikuti objek)
Zooming-zoom (fasilitas pada kamera yang memungkinkan untuk mendapat objek gambar yang terkesan dekat meskipun kamera berada relative jauh dari objek)
Blur (efek hasil perekaman gambar sehingga tampak tidak focus dan tampak buram)
Fading (memberikan batasan ruang adegan dalam filem)
Framing (batasan wilayah perekaman gambar pada kamera)
5. Tip menjaga kontinuitas gambar.
Filem merupakan ranngkaian peristiwa yang mengalir jadi gambar yang dihasilkan juga harus memiliki sifat mengalir, focus pada jalinan cerita, memiliki kualitas gambar yang prima, dan bersifat dramatic.
Penyampaiaan informasi tidak selalu berbentuk dialog bisa menggunakan gambar.
Tidak melanggar garis imajiner yang akan membuat gambar terlihat aneh itu dapat menimbulkan ganjalan penonton saat mengikuti jalannya cerita.
Kamis, 07 Januari 2010
Minggu, 03 Januari 2010
Kamis, 17 Desember 2009
Kenapa piranti kognitif tidak boleh di gunakan ketika ujian?
Sebaiknya kita memahami apa evaluasi itu. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebuat mempengaruhi kehidupan peserta didik. Maka dari pada itu setiap pembelejaran hendaknya diikuti dengan evaluasi agar perkembangan peserta didik dapat terpantau.
Evaluasi tidak dapat berdiri sendiri, pada intinya evaluasi memiliki beberapa prinsip;
1. Evaluasi bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyarakat.
2. Evaluasi merupakan seni karena tidak ada evaluasi yang sempurna walaupun menggunakan beberapa metode yang berbeda.
3. Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi.
4. Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat, bukan terpaku pada angka soal tes.
Dapat kita pahami bahwasannya tujuan pembelajaran adalah menjadikan perubahan pada peserta didik dalam bidang pembentukan kepribadian, memberikan gambaran tentang nilai-nilai keagamaan yang tidak melenceng dari norma-norma agama. Dalam evaluasi tentunya dituntut kepada peserta didik untuk mampu mengeluarkan segenap kemampuannya yang telah di berikan kepada peserta didik dalam proses pendidikan yang ia jalani. Sehingga tujuan perubahan yang terjadi pada peserta didik dapat diukur dengan jelas.
Sementara itu pada dasarnya evaluasi juga memiliki tujuan untuk menilai dan mengukur proses pembelajaran yang terjadi. Proses pembelajaran itu sudah sesuai atau belum dapat dilihat dalam evaluasi yang dilakukan.
Bagi peserta didik, evaluasi identik dengan tes atau ujian. Dalam tes atau ujian tersebut diikuti oleh peserta didik, yang mana peserta didik dituntut untuk mengeluarkan segenap pengetahuan yang telah ia peroleh dari proses pembelajaran. Piranti kognitif yang biasa dipakai pada proses pembelajaran tentunya tidak boleh dipakai secara keseluruhan oleh peserta didik pada saat ujian. Di karenakan dapat menimbulkan ketergantungan terhadap piranti kognitif. Pada dasarnya piranti kognitif hanyalah sebuah alat bantu proses pembelajaran.
Peserta didik memang tidak disiapkan untuk menguasai segala hal yang diperoleh dari proses pembelajaran. Akan tetapi peserta didik dituntut untuk menguasai sebuah konsep yang dilaksanakan oleh pembelajaran tersebut. Oleh sebab itulah piranti yang boleh dipakai peserta didik pada saat ujian hanyalah piranti sederhana yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak dan tidak dapat memberikan informasi ketika ujian sedang berlangsung. Kertas dan bolpoint sebagai contoh, di sini kertas dan bolpoin hanya sebagai piranti yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak manusia.
Itu semua merupakan suatu sebab mengapa dalam ujian, peserta didik tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, buku, catatan-catatan, dan sebagainya yang bisa member informasi kepada peserta didik.
Sebaiknya kita memahami apa evaluasi itu. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebuat mempengaruhi kehidupan peserta didik. Maka dari pada itu setiap pembelejaran hendaknya diikuti dengan evaluasi agar perkembangan peserta didik dapat terpantau.
Evaluasi tidak dapat berdiri sendiri, pada intinya evaluasi memiliki beberapa prinsip;
1. Evaluasi bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyarakat.
2. Evaluasi merupakan seni karena tidak ada evaluasi yang sempurna walaupun menggunakan beberapa metode yang berbeda.
3. Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi.
4. Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat, bukan terpaku pada angka soal tes.
Dapat kita pahami bahwasannya tujuan pembelajaran adalah menjadikan perubahan pada peserta didik dalam bidang pembentukan kepribadian, memberikan gambaran tentang nilai-nilai keagamaan yang tidak melenceng dari norma-norma agama. Dalam evaluasi tentunya dituntut kepada peserta didik untuk mampu mengeluarkan segenap kemampuannya yang telah di berikan kepada peserta didik dalam proses pendidikan yang ia jalani. Sehingga tujuan perubahan yang terjadi pada peserta didik dapat diukur dengan jelas.
Sementara itu pada dasarnya evaluasi juga memiliki tujuan untuk menilai dan mengukur proses pembelajaran yang terjadi. Proses pembelajaran itu sudah sesuai atau belum dapat dilihat dalam evaluasi yang dilakukan.
Bagi peserta didik, evaluasi identik dengan tes atau ujian. Dalam tes atau ujian tersebut diikuti oleh peserta didik, yang mana peserta didik dituntut untuk mengeluarkan segenap pengetahuan yang telah ia peroleh dari proses pembelajaran. Piranti kognitif yang biasa dipakai pada proses pembelajaran tentunya tidak boleh dipakai secara keseluruhan oleh peserta didik pada saat ujian. Di karenakan dapat menimbulkan ketergantungan terhadap piranti kognitif. Pada dasarnya piranti kognitif hanyalah sebuah alat bantu proses pembelajaran.
Peserta didik memang tidak disiapkan untuk menguasai segala hal yang diperoleh dari proses pembelajaran. Akan tetapi peserta didik dituntut untuk menguasai sebuah konsep yang dilaksanakan oleh pembelajaran tersebut. Oleh sebab itulah piranti yang boleh dipakai peserta didik pada saat ujian hanyalah piranti sederhana yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak dan tidak dapat memberikan informasi ketika ujian sedang berlangsung. Kertas dan bolpoint sebagai contoh, di sini kertas dan bolpoin hanya sebagai piranti yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak manusia.
Itu semua merupakan suatu sebab mengapa dalam ujian, peserta didik tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, buku, catatan-catatan, dan sebagainya yang bisa member informasi kepada peserta didik.
Langganan:
Postingan (Atom)