Kamis, 17 Desember 2009
Kenapa piranti kognitif tidak boleh di gunakan ketika ujian?
Sebaiknya kita memahami apa evaluasi itu. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebuat mempengaruhi kehidupan peserta didik. Maka dari pada itu setiap pembelejaran hendaknya diikuti dengan evaluasi agar perkembangan peserta didik dapat terpantau.
Evaluasi tidak dapat berdiri sendiri, pada intinya evaluasi memiliki beberapa prinsip;
1. Evaluasi bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyarakat.
2. Evaluasi merupakan seni karena tidak ada evaluasi yang sempurna walaupun menggunakan beberapa metode yang berbeda.
3. Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi.
4. Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat, bukan terpaku pada angka soal tes.
Dapat kita pahami bahwasannya tujuan pembelajaran adalah menjadikan perubahan pada peserta didik dalam bidang pembentukan kepribadian, memberikan gambaran tentang nilai-nilai keagamaan yang tidak melenceng dari norma-norma agama. Dalam evaluasi tentunya dituntut kepada peserta didik untuk mampu mengeluarkan segenap kemampuannya yang telah di berikan kepada peserta didik dalam proses pendidikan yang ia jalani. Sehingga tujuan perubahan yang terjadi pada peserta didik dapat diukur dengan jelas.
Sementara itu pada dasarnya evaluasi juga memiliki tujuan untuk menilai dan mengukur proses pembelajaran yang terjadi. Proses pembelajaran itu sudah sesuai atau belum dapat dilihat dalam evaluasi yang dilakukan.
Bagi peserta didik, evaluasi identik dengan tes atau ujian. Dalam tes atau ujian tersebut diikuti oleh peserta didik, yang mana peserta didik dituntut untuk mengeluarkan segenap pengetahuan yang telah ia peroleh dari proses pembelajaran. Piranti kognitif yang biasa dipakai pada proses pembelajaran tentunya tidak boleh dipakai secara keseluruhan oleh peserta didik pada saat ujian. Di karenakan dapat menimbulkan ketergantungan terhadap piranti kognitif. Pada dasarnya piranti kognitif hanyalah sebuah alat bantu proses pembelajaran.
Peserta didik memang tidak disiapkan untuk menguasai segala hal yang diperoleh dari proses pembelajaran. Akan tetapi peserta didik dituntut untuk menguasai sebuah konsep yang dilaksanakan oleh pembelajaran tersebut. Oleh sebab itulah piranti yang boleh dipakai peserta didik pada saat ujian hanyalah piranti sederhana yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak dan tidak dapat memberikan informasi ketika ujian sedang berlangsung. Kertas dan bolpoint sebagai contoh, di sini kertas dan bolpoin hanya sebagai piranti yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak manusia.
Itu semua merupakan suatu sebab mengapa dalam ujian, peserta didik tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, buku, catatan-catatan, dan sebagainya yang bisa member informasi kepada peserta didik.
Sebaiknya kita memahami apa evaluasi itu. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebuat mempengaruhi kehidupan peserta didik. Maka dari pada itu setiap pembelejaran hendaknya diikuti dengan evaluasi agar perkembangan peserta didik dapat terpantau.
Evaluasi tidak dapat berdiri sendiri, pada intinya evaluasi memiliki beberapa prinsip;
1. Evaluasi bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyarakat.
2. Evaluasi merupakan seni karena tidak ada evaluasi yang sempurna walaupun menggunakan beberapa metode yang berbeda.
3. Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi.
4. Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat, bukan terpaku pada angka soal tes.
Dapat kita pahami bahwasannya tujuan pembelajaran adalah menjadikan perubahan pada peserta didik dalam bidang pembentukan kepribadian, memberikan gambaran tentang nilai-nilai keagamaan yang tidak melenceng dari norma-norma agama. Dalam evaluasi tentunya dituntut kepada peserta didik untuk mampu mengeluarkan segenap kemampuannya yang telah di berikan kepada peserta didik dalam proses pendidikan yang ia jalani. Sehingga tujuan perubahan yang terjadi pada peserta didik dapat diukur dengan jelas.
Sementara itu pada dasarnya evaluasi juga memiliki tujuan untuk menilai dan mengukur proses pembelajaran yang terjadi. Proses pembelajaran itu sudah sesuai atau belum dapat dilihat dalam evaluasi yang dilakukan.
Bagi peserta didik, evaluasi identik dengan tes atau ujian. Dalam tes atau ujian tersebut diikuti oleh peserta didik, yang mana peserta didik dituntut untuk mengeluarkan segenap pengetahuan yang telah ia peroleh dari proses pembelajaran. Piranti kognitif yang biasa dipakai pada proses pembelajaran tentunya tidak boleh dipakai secara keseluruhan oleh peserta didik pada saat ujian. Di karenakan dapat menimbulkan ketergantungan terhadap piranti kognitif. Pada dasarnya piranti kognitif hanyalah sebuah alat bantu proses pembelajaran.
Peserta didik memang tidak disiapkan untuk menguasai segala hal yang diperoleh dari proses pembelajaran. Akan tetapi peserta didik dituntut untuk menguasai sebuah konsep yang dilaksanakan oleh pembelajaran tersebut. Oleh sebab itulah piranti yang boleh dipakai peserta didik pada saat ujian hanyalah piranti sederhana yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak dan tidak dapat memberikan informasi ketika ujian sedang berlangsung. Kertas dan bolpoint sebagai contoh, di sini kertas dan bolpoin hanya sebagai piranti yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh otak manusia.
Itu semua merupakan suatu sebab mengapa dalam ujian, peserta didik tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, buku, catatan-catatan, dan sebagainya yang bisa member informasi kepada peserta didik.
Senin, 09 November 2009
Sabtu, 07 November 2009
Rangkain kata yang tergabung dalam sebuah kalimat yang dapat memotivasi kita dalam menapakkan kaki kehidupan untuk menuju hari yang cerah.
© Tomorrow is mystery, yesterday is history and today is a give.
© Hiduplah untuk hari ini dan bermimpilah untuk hari esok.
© Kita bersikap dan berbuat pada orang lain itu bukan untuk mendapat pujian tapi untuk diri kita sendiri.
© Nama itu adalah do’a
© Setiap orang punya rezekinya sendiri – sendiri, maka bersyukurlah.
© You can fool the world but you can’t fool your heart.
Trick membuat tampilan Powerpoint menarik.
Anda ingin tampilan powerpoint anda menarik……???dapatkan trik-trik jitunya hanya di blog suharina.blogspot.com
- Dalam pembuatan powerpoint sebaiknya pergunakan desain yang konsisten. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan slide master, sehingga layout, font, bulleting, dan animasi pergantian slide menjadi konsisten hingga akhir presentasi.
- Tampilan powerpoint sebaiknya bersifat sederhana tapi tidak kompleks, agar materi yang disajikan lebih mudah dipahami.
- Batasi jumlah baris dalam setiap slide. Jumlah baris dalam slide yang terlalu banyak menyebabkan silde tersebut menjadi terlalu penuh, sehingga teks menjadi kecil-kecil. Akibat yang lebih parah, auidense tidak akan mau mencerna informasi dalam slide tersebut. Sampaikan poin-poin pokok dalam setipa slide, kemudian andalah andalah yang harus mengembangan dan membumbui ketika melakukan presentasi.
- Kata-kata yang di gunakan dalam penyajian powerpoint sebaiknya singkat, jelas, padat dan tidak bersifat ambigu serta gunakan warna teks dan latar belakang yang kontras pada penulisan yang di anggap penting (penekanan) sehingga keterbacaannya tinggi.
- Agar tampilan powerpoint lebih menarik maka anda bisa menambahkan animasi dan sound effect. Tetapi hindari penggunaan animasi dan sound effect yang glamor. Karena animasi dengan diiringi sound effect yang glamour justru menyebabkan presentasi anda tidak profesional, berkesan kekanak-kanakan, dan tidak serius.
- Jika terlalu sering teks saja yang ditampilkan maka pembaca akan bosan, berikan gambar-gambar ilustrasi yang sesuai untuk membumbui presentasi anda. Sebab satu gambar saja bisa memberikan puluhan kali lipat informasi, oleh karena itu jika memungkinkan ditampilkan secara grafis akan lebih baik ditampilkan secara grafis, misalnya tabel, skema, dll.
- Pertimbangkan untuk membuat tombol-tombol yang langsung menghantarkan pada slide tertentu, sehingga bisa melompat maju ataupun mundur tanpa harus melewati silde demi slide hal ini seringkali diperlukan.
Rabu, 21 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
